Pada artikel sebelumnya, kita telah belajar tentang isim jamid dan isim musytaq. Dari situ kita bisa tahu bahwa isim masdar termasuk kategori isim jamid. Maka pada artikel ini kita akan membahas lebih jauh apa itu isim masdar, dan ada berapa macam-macam isim masdar. Simak penjelasannya berikut ini:
Pengertian isim masdar
Isim masdar adalah kata dasar atau akar kata dalam bahasa arab, darinya lahir berbagai bentuk kata yang jumlahnya sangat banyak. Secara istilah isim masdar adalah isim makna yang menunjukkan suatu kejadian yang kosong dari keterangan waktu atau tidak mengandung keterangan waktu.
الْمَصْدَرُ هُوَ اسْمٌ مَعْنَى يَدُلُّ عَلَى حَدَثٍ مُجَرَّدٍ مِنَ الزَّمَانِ
“isim masdar adalah isim makna yang menunjukkan suatu kejadian yang kosong dari keterangan waktu atau tidak mengandung keterangan waktu”
Contoh isim masdar
Sebagai pendahuluan, di sini saya akan memberikan beberapa contoh isim masdar secara umum. Pada pembahasan selanjutnya, saya akan membahas secara detail setiap macam masdar beserta contohnya masing masing.
Contoh Isim Masdar:
- Pendengaran : سَمْعٌ
- Pukulan : ضَرْبٌ
- Pertanian : زِرَاعَةٌ
- Tangisan : بُكَاءٌ
Macam-macam isim masdar
Isim masdar mempunyai banyak macam, diantaranya: masdar untuk fi’il tsulasi, masdar untuk fi’il ruba’i, masdar untuk fi’il khumasi dan sudasi, masdar mimi, masdar sina’i, masdar marrah, masdar hai’ah, masdar sharih, dan masdar muawwal.
1. Masdar Untuk Fi’il Tsulasi
Masdar untuk fi’il tsulasi ini tidak memiliki kaidah yang baku atau tetap, tetapi ia memiliki banyak bentuk. Kita bisa mengetahui masdar dari fi’il tsulasi ini dengan cara merujuk ke buku-buku bahasa atau kamus.
Namun secara umum atau kebanyakan, ia memiliki wazan-wazan yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Wazan wazan tersebut ialah:
Wazan-Wazan Masdar Untuk Fi’il Tsulasi Beserta Contoh Mauzunnya sebagai berikut:
Golongan / jenis :
- Untuk jenis hirfah (حرفة) atau kerajinan
wazan : فِعَالَة
Contoh mauzun :
- زِرَاعَةٌ
- صِنَاعَةٌ
- تِجَارَةٌ
- Untuk jenis idhtirab (اضطراب) atau keguncangan
wazan : فَعَلَان
Contoh mauzun :
- سَيَلَان
- غَلَيَان
- دَوَرَان
- طَوَفَان
Golongan / jenis :
- Untuk jenis launun (لون) atau warna
wazan : فُعْلَة
Contoh mauzun :
- خُضْرَة
- صُفْرَة
Golongan / jenis :
- Untuk jenis penyakit atau suara (داء أو صوت)
wazan : فُعَالٌ
Contoh mauzun :
- سُعَالٌ
- زُكَامٌ
- بُكَاءٌ
Golongan / jenis :
- Untuk jenis imtina’ (امتناع)
wazan : فِعَالٌ
Contoh mauzun :
- إِبَاءٌ
- عِتَابٌ
- عِيَاذٌ
Golongan / jenis :
- Untuk fi’il muta’addi
wazan : فَعْلٌ
Contoh mauzun :
- سَمْعٌ
- فَتْحٌ
- مَنْعٌ
- فَهْمٌ
Golongan / jenis :
- Untuk fi’il lazim
wazan : فُعُوْلٌ
Contoh mauzun :
- قُعُوْدٌ
- جُلُوْسٌ
- طُلُوْعٌ
- سُجُوْدٌ
Golongan / jenis :
- Untuk fi’il lazim
wazan : فُعُوْلَةٌ
Contoh mauzun :
- سُهُوْلَةٌ
- صُعُوْبَةٌ
- عُذُوْبَةٌ
Golongan / jenis :
- Untuk fi’il lazim
wazan : فَعَلٌ
Contoh mauzun :
- فَرَحٌ
- مَرَحٌ
- شَبْعٌ
- طَرَبٌ
2. Masdar untuk fi’il ruba’i
Masdar untuk fi’il ruba’i termasuk masdar qiyasi, yakni masdar yang mempunyai bentuk baku. Sehingga seseorang bisa membuat masdar untuk fi’il ruba’i ini dengan melihat rumusnya. Masdar untuk fi’il ruba’i ini mempunyai beberapa wazan, yakni:
Wazan-Wazan Masdar Untuk Fi’il Ruba’i Beserta Contoh Mauzunnya sebagai berikut:
Penjelasan 1
- Jika wazan fi’ilnya أَفْعَلَ
- Jika fa’ fi’ilnya berupa huruf wauw, maka untuk masdarnya, huruf wauw diganti menjadi huruf ya’.
- Jika fi’ilnya adalah mu’tal ‘ain, maka untuk masdarnya dikasrah huruf pertamanya, dan diakhirnya ditambah ta’ marbuthah.
Maka wazan masdar mengikuti: إِفْعَالٌ
Contoh mauzun:
- إِنْكَارٌ
- إِكْرَامٌ
- إِبْقَاءٌ
- إِيْقَافٌ
- إِيْضَاحٌ
- إِيْرَادٌ
- إِقَامةٌ
- إِطَالَةٌ
Penjelasan 2
- Jika wazan fi’ilnya adalah فَعَّلَ
Maka wazan masdar mengikuti: تَفْعِيْلٌ
Contoh mauzun:
- تَفْوِيْضٌ
- تَنْسِيْقٌ
- تَغْيِيْرٌ
- تَكْسِيْرٌ
Penjelasan 3
1. Jika fi’ilnya adalah mu’tal akhir (contoh:زَكَّى )
Maka wazan masdar mengikuti: تَفْعِلَةٌ
Contoh mauzun:
- تَزْكِيَةٌ
- تَقْوِيَةٌ
Penjelasan 4
- Jika fi’ilnya adalah mahmuz akhirnya (contoh: جَزَّأَ)
Maka wazan masdar mengikuti: تَفْعِيْلٌ \ تَفْعِلَةٌ
Contoh mauzun:
- تَجْزِيْءٌ\ تَجْزِئَةٌ
- تَخْطِيْءٌ\تَخْطِئَةٌ
Penjelasan 5
- Jika wazan fi’ilnya adalah فَاعَلَ
Maka wazan masdar mengikuti: فِعَالٌ\مُفَاعَلَةٌ
Contoh mauzun:
- حِسَابٌ\مُحَاسَبَةٌ
- خِصَامٌ\مُخَاصَمَةٌ
Penjelasan 6
- Jika wazan fi’ilnya adalah فَعْلَلَ
Maka wazan masdar mengikuti: فَعْلَلَةٌ\فِعْلَالٌ
Contoh mauzun:
- زَلْزَلَةٌ\زِلْزَالٌ
- زَخْرَفَةٌ\زِخْرَافٌ
- دَحْرَجَةٌ\دِحْرَاجٌ
Masdar dari fi’il khumasi dan fi’il sudasi ini juga termasuk masdar qiyasi, artinya ia memiliki bentuk baku, sehingga seseorang bisa membuat masdar tersebut dengan melihat rumusnya (wazannya).
Jika fi’il khumasi atau fi’il sudasi di awali hamzah washal, maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il madhinya yang huruf ketiganya dikasrah dan ditambah huruf alif sebelum akhirnya. Contoh:
Bentuk Fi’il Madhinya:
- اِجْتَمِعَ
- اسْتَقْبَلَ
Bentuk Isim Masdarnya:
- اِجْتِمَاعٌ
- اِسْتِقْبَالٌ
Perhatikan 2 contoh diatas, huruf ta’ pada bentuk fi’il madhi berharakat fathah, kemudian ia berubah menjadi berharakat kasrah ketika menjadi isim masdar. Selanjutnya pada bentuk fi’il madhi tidak terdapat alif yang terletak sebelum huruf terakhir, kemudian pada bentuk isim masdarnya, terdapat alif yang terletak sebelum huruf terakhirnya.
Jika fi’il di awali dengan huruf ta’ zaidah (tambahan), maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il madhinya yang harakat huruf sebelum terakhirnya didhammah. Contoh:
Bentuk Fi’il Madhinya:
- تَقَدَّمَ
- تَعَلَّمَ
- تَدَحْرَجَ
Bentuk Isim Masdarnya:
- تَقَدُّمًا
- تَعَلُّمًا
- تَدَحْرُجًا
Perhatikan contoh-contoh isim masdar di atas. Pada bentuk fi’il madhinya, huruf sebelum akhirnya berharakat fathah, kemudian pada bentuk isim masdarnya, ia berubah menjadi berharakat dhammah.
3. Masdar mimi
الْمَصْدَرُ الْمِيْمِي مَصْدَرٌ مَبْدُوْءٌ بِمِيْمٍ زَائِدَةٍ وَيُؤَدِّيْ نَفْسَ مَعْنَى الْمَصْدَرِ (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)
“Masdar mimi adalah masdar yang diawali dengan huruf mim zaidah (tambahan) dan dia mempunyai arti yang sama dengan isim masdar"
(qawaidul lughatil arabiyyah: 195)
Pengertian masdar mimi di atas kami kutip dari kitab qawaidul lughah karya fuad nikmah. Masdar mimi memiliki beberapa wazan, yakni:
1. jika fi’ilnya adalah tsulasi, maka wazannya adalah مَفْعَلٌ, namun apabila fi’ilnya didahului dengan huruf illat, maka wazannya adalah مَفْعِلٌ. Contoh:
Penjelasan 1
Fi’ilnya berupa fi’il tsulasi
Mengikuti Wazan Masdar Mimi: مَفْعَلٌ
Bentuk contoh madhinya:
- عَرَضَ
- دَرَسَ
- كَتَبَ
Bentuk contoh masdar miminya:
- مَعْرَضٌ
- مَدْرَسٌ
- مَكْتَبٌ
Penjelasan 2
Fi’ilnya didahului huruf illat
Mengikuti Wazan Masdar Mimi: مَفْعِلٌ
Bentuk contoh madhinya:
- وَقَعَ
- وَعَدَ
Bentuk contoh masdar miminya:
- مَوْقِعٌ
- مَوْعِدٌ
- مَوْكِلٌ
2. jika fi’ilnya bukan merupakan fi’il tsulasi, maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il mudhari’nya yang huruf mudhara’ahnya diganti dengan huruf mim yang berharakat dhammah, kemudian huruf sebelum terakhirnya difathah. Contoh:
Contoh Masdar Mimi Dari Fi’il Ghairu Tsulasi
Bentuk Mudhari’nya:
- يَبْتَعِدُ
- يُكَسِّرُ
- يَتَقَارَبُ
- يَتَعَلَّمُ
- يَسْتَغْفِرُ
Bentuk Masdar Miminya:
- مُبْتَعَدٌ
- مُكَسَّرٌ
- مُتَقَارَبٌ
- مُتَعلَّمٌ
- مُسْتَغْفَرٌ
Kadangkala diakhir masdar mimi ditambah ta’ marbuthah , contoh: مَوْعِضَةٌ, مَحَبٌّ, مَنْفَعَةٌ, مَفْسَدَةٌ.
4. Masdar sina’i
Masdar sina’i adalah isim yang bersambung dengan ya’ nisbah dan diakhiri dengan ta’ ta’nits untuk menunjukkan arti masdar. Adapun versi arabnya adalah sebagai berikut:
الْمَصْدَرُ الصِّنَاعِيْ اسم تلحقه ياء النسب تليها تاء التأنيث للدلالة على معنى المصدر(ملخص قواعد اللغة العربية: 195)
Adapun contoh masdar sina’i adalah sebagai berikut:
Contoh Masdar Sina’i:
- إِنْسَانِيَّةٌ
- اِشْتِرَاكِيَّةٌ
- حُرِّيَّةٌ
- وَطَنِيَّةٌ
- مَسْؤُوْلِيَّةٌ
- وَحْشِيَّةٌ
5. Masdar marrah
Masdar marrah adalah isim masdar yang menunjukkan terjadinya kejadian sekali saja. Sebagaimana fuad nikmah mendefinisikannya dalam bukunya sebagai berikut:
اسم المرة مصدر يدل على وقوع الحدث مرة واحدة (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)
Adapun wazan masdar marrah, jika fi’ilnya adalah tsulasi, maka wazannya adalah فَعْلَةُ . adapun jika fi’ilnya bukan tsulasi, maka wazannya adalah mengikuti wazan masdarnya kemudian akhirnya ditambah ta’ marbuthah.
Contoh Masdar marrah:
- أَكَلْتُ أَكْلَةً
- ضَرَبْتُ ضَرْبَةً
- اِنْطَلَقَ اِنْطِلَاقَةً
- أَكْرَمْتُهُ إِكْرَامَةً
6. Masdar Ha’iah
Masdar haiah adalah masdar yang menunjukkan haiah (bentuk) suatu pekerjaan ketika dikerjakan. Adapun versi arabnya adalah sebagai berikut:
اسم الهيئة مصدر يدل على هيئة الفعل حين وقوعه (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)
Adapun wazan masdar haiah untuk fi’il tsulasi adalah فِعْلَةً . contoh:
Contoh Masdar marrah
نَظرْتُ إِلَيْهِ نِظْرةَ الْحَائِرِ
"Aku melihat kepadanya dengan penglihatan yang bimbang"
جَلَسْتُ جِلْسَةَ الْعُلَمَاءُ
"Aku duduk seperti duduknya ulama’"
Sekian pembahasan tentang isim masdar beserta macam-macamnya yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat, selamat belajar.